Rabu, 20 Februari 2013



(Pengalaman Untuk Mencari Pasangan Hidup)

Teman ane ada bilang,” Kalo orang yang udah punya pengalaman pacaran, bisa tau mana pasangan yang selingkuh, tukang bohong, setia, atau baik, jadi kita bisa maksimal untuk pilih pendamping hidup.”
Nah, kalo gini, berarti yang “berkata” udah pengalaman pacaran beberapa kali dong, lantas beliau masuk dalam kategori yang mana? Hayooo....

Apakah kamu setuju dan yakin? Udah dipikirkan matang-matang? Ayo dianalisa. Apakah pacaran atas dasar nafsu atau cinta abal-abal? Silahkan pilih sendiri jawabannya, gratis kok.
·         #Pacar selingkuh, apa yang kayak gini dibilang cinta?
·         #Pacar tukang bohong, apa gini yang dibilang cinta?
·         #Pacar playboy/girl , apa gini yang dibilang cinta?

·         Kamu kategori yang mana?
Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena mereka menganggap pacaran sebagai sesuatu yang iseng-iseng. Buat apa menyerahkan segenap rasa dijiwa untuk orang yang belum jelas statusnya. Yang kedua, pacaran hanya sebagai pelampiasan hawa nafsu. Nah kalo udah begini, kenapa masih pacaran. Buang-buang waktu, buang  uang, buang perhatian, dan buang-buang yang lain.

Motivasi Belajar

Ada juga yang bilang kalo ada pacar bisa semangat belajar. Ada yang ngingatin, ada yang semangatin. “Belajar...Go...Go...Belajar!” Si doi jingkrak-jingkrak ala chili-der. Kebayang ngga kalo yang lakuin itu cowoknya, hahahaha.

Yakin kamu bakalan semangat belajar kalo ada pacar?
Misal nih kamu mau UN, ujian, ato tes penting lainnya, tiba-tiba si doi minta putus. Apa kamu akan langsung hilang semangat belajar? Rela ngulang setahun lagi? Kalo UN sih kayaknya ga apa-apa, soalnya ada yang ngebantu(*nyindir). 

Kalo memang niatnya mau nyari ilmu, apapun rintangan yang menghadang pasti akan dihadapi. Mau badai tomcat, banjir Ciliwung ato hama koruptor, kita mesti tetap belajar.
Ingat pesan ini.

“Nyari nilai itu gampang, kalo niatnya nyari ilmu, nilai yang mengejar kita, bukan kita yang ngejar nilai.”
*Pesan ini disampaikan oleh, kementrian tidak pacaran ^^
Yang bilang pacaran supaya semangat belajar, sebaiknya dicek lagi pernyataan itu. Karena kesannya kamu belajar supaya pacaran, bukan pacaran supaya belajar.

asal kejadian makhluk

ASAL KEJADIAN MAKHLUK

Menurut Islam asal kejadian makhluk antara lain sebagai berikut:

1. Alam. Menurut kejadiannya, sebagainiana dijelaskan dalam episode terdahulu (XII), sebelum ada alam dan isinva, ada manifestasi yang pertarna dari Tuhan yakni "Kabut Mutlak" (surat Haamin as-Sajadah 11). Kabut mutlak tadi adalah Ruhullah atau Nur Hakiki setelah bersenyawa dengan Nur aktif, lain menjadi penyebab terjadinya semua yang maujud, alam semesta dengan isinya. Dia (Allah) maujud bukan lantaran ciptaan. Bukan pula munculnya dari ketiadaan. Dia ada sebelurn segala sesuatu ada, namun tidak dengan suatu kesertaan. Bukan pula Dia lain dari segala sesuatu yang disebabkan keterpisahan darinya. Dia adalah pelaku, namun tanpa menggunakan gerak atau alat, Maha mellhat, meskipun sebelum adanya suatu mahkluk apapun. Sendiri, disebabkan tak adanya sesuatu yang dengannya la rnerasa terikat, ataupun gelisah bila Ia terpisah dariNya (Mutiara Nahjul Balaghah oleh Muhammad Al-Baqir).
2. Benda (materi). Juga disebutkan dalam episode yang lalu, benda, itu dijadikan daripada zat air. Dalam Hadis Nabi Muhammad saw yang artinya: "Segala sesuatu dijadikan daripada air (Riwayat Ibnu Majah darl Abu Hurairah). Air pada hadis tersebut tegasnya ialah zat air. Air yang digunakan manusia itu baru ada setelah terjadinya bumi dan benda-benda alam lainnya, yakni sesudah alam benda (materi). Dalam buku, "Froniter of Astronomy" halaman 310 oleh Prof. Fres Houyle dari Cambridge University menyebutkan bahwa materi itu berasal darl zat air dan pendapat tersebut menjadi dasar yang kuat.
3. Tumbuh-tumbuhan. Dijadikan dari zat air. Dalam Al-Quran Surat Al-Haj: 5:
"Dan kamu lihat bumi tandus (kering) maka apabila Aku turunkan air diatasnya, lalu menjadi pecah dan bergerak dan tumbuhlah bermacam-macam tetumbuhan yang indah."
Bumi yang mulanya kering, setelah ada air terjadilah lumut-lumut atau algen yang siap menerima perubahan. 'Dalam De Ditsche Verlichting Philosophia oleh Prof Dr Th Van Stockum menyebutkan, bahwa persiapan untuk menerinia perubahan tersebut adalah keselarasan yang disiapkan, persiapan merubah bentuk dari materi menjadi tumbuh-tumbuhan. Kemudian lumut mengalami proses hukum yang berangsur-angsur, lalu jadilah tumbuh-tumbuhan. Dari satu jenis, kemudian tumbuh jenis yang lain dan terus menerus melakukan gerakan untuk membentuk pembiakan, sehingga berkembang biak, beranak pinak.
Proses pembiakan adalah bertambahnya 'Sel'.  Pembiakan itu berlangsung lantaran daya infra-anatomis. Dengan kata lain, elektron-elektron yang menyebabkan pembiakan atau causa-generis, dan yang menjadi sebab penjelmaan bentuk atau causa-formalis, serta yang selalu melakukan gerakan untuk mengubah inti sel untuk mencapai tujuan atau causa-finalis.
Jadi pada hakikatnya proses hayati ditumbuhkan oleh infra-anatomis dan dari elektron-elektron bebas mengeluarkan uap air.  Itulah sebabnya, zat air yang diciptakan Allah untuk mengnhidupkan.
Zat air yang berasal dari ruang "Arsy" adalah pusat segala tenaga dan sumber energi. Karenanya, energi lebih dulu ada ketimbang materi. Air adalah benda cair yang terdiri dari kumpulan molekul air. Molekul air terdiri dari kumpulan unsur-unsur air dan unsur asam yang disebut persenyawaan yang diberi lambang H2O artinya persenyawaan dari dua atom H, dengan unsur asam dan satu atom O.
Belum diketahui secara pasti, sekitar proses perubahan energi menjadi benda secara eksak, tetapi dapat diketahui dengan atom fisika. Prof. Dr. G.J. Sizoo dalam Kernphysica: Walaupun belum diketahui bagaimana proses perubahan energi menjadi materi, namun ilmu fisika atom dapat menyaksikan perubahan tersebut.
4. Binatang. Dijadikan dari zat air, seperti firman Allah dalam Surat An-Nur: 45:
"Dan Allah menjadikan binatang itu dari zat air."
Telah dibicarakan terdahulu, bahwa sinar kosmis menggempur atmosfir bumi. Tetumbuhan secara berkelanjutan menerima sinar kosmis, sehingga selalu berubah bentuk yang dinamakan "Mutasi".  Sementara Prof. Dr. Nicola Pende dalam buku "Dit is de Mensch" halaman 177 menyebutkan, proses perkembangan dari tumbuhan dipengaruhi akibat timbulnya mutasi. Setelah tumbuh-tumbuhan itu berkembang biak, maka elektron dari sinar kosmis masuk merusak dan menernbus jenis tetumbuhan untuk menggantikan atom-atom benihnya, sehingga dari benih itu menjelma menjadi binatang. Kemudian benda-benda atau materi tumbuh-tumbuhan dan binatang melakukan perubahan dalam dirinva masing-masing, disebabkan dominasi keadaan sekelilingnya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan alamnya. Jadi, terjadinya materi, tumbuh-tumbuhan dan binatang berasal dari air, sedangkan elektron sinar kosmis sebagai lantaran mengubah bentuknya.
Sinar kosmis yang terdiri dan atom dan netron yang rnemecah-belah serpihan atom-atom di dalam atmosfir bumi, lalu bumi dihujani elektron-elektron dan meson yang memiliki daya tembus luar biasa. Selain itu pula sinar kosmis memecah belah atom zat lemas yang ada di atmosfir, yang membuahkan terjadinya atorn zat arang atau carbogeniurn=C dan atom zat air Hydrogenum=H.  Ruth Moore, menjelaskan, bahwa atom carbogenium mengandung zat radio aktif yang intinva terdiri dari 8 neutron dan 6 proton yang disingkat dengan Carbonium 14 (C14)  bersifat radio aktif yang berarti melepaskan elektron.  Ini pulalah yang memecah-belahkan atom zat lemas, berfungsi menghidupkan persenyawaan benda protein. Sebagai persenyawaan unsur zat arang (C), zat pembakar (O), zat lemas (N). zat phosfor (Ph), zat belerang atau sulfur (S), zat air (H) dan lain zat.  Setelah berujud tetumbuhan, sinar kosmis secara terus-menerus menembusnya agar menjadi hewan.  Jadi C14 itu merupakan energi yang menjadi cikal bakal proses kehidupan hayat, yang sangat penting dalarn biologi. C14 yang bersenyawa dengan zat arang dari udara, menjadi zat asam arang untuk dihisap atau dihirup tumbuhan atau tanaman, dengan bantuan cahaya sinar matahari, air dan chlorophyl dari dedaunan yang kemudian bisa dinikmati oleh manusia dan binatang.
Demikianlah proses terjadi materi, tetumbuhan dan binatang menurut islam, berpangkal dari zat air.  Sekali lagi Ruth Moore, dalarn buku yang sama menyebutkan air laksana seorang ibu yang melahirkan dan memelihara semua yang hidup.  Al-Qur'an sudah lebih awal memberikan petunjuk beragam inti pokok ilmu untuk setiap masa dan zaman.  Karena itu, ia selalu uptodate, yang pada akhirriva lptek bergeser kepada kepercayaan terhadap Yang Maha Pencipta Maha Perencana dan Pengatur segala peristiwa.
Kiranya sejagat ayat-ayat Al-QUr'an dan hadis Nabi Muhammad saw yang belurn dipecahkan, dianalisis secara ilmiah. Terserah kepada mereka yang suka menyelidiki dengan visi ilmu pengetahuan untuk membuktikan kebenaran Al-Qur'an.
Firman Allah dalam surat Shaad ayat: 29
"Inilah Al-Qur'an, Aku turunkan kepada engkau yang membawa berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan agar kaum intelektual menerima ilmu pengetahuan daripada kitab Al-Qur'an".
5. Manusia. Menurut Al-Qur'an, asal kejadiannya dari tujuh macam tingkatan:
Yang pertama, firman Allah Azza wa Jalla:
"Dan Tuhan menjadikan manusia pada asalnya dari tanah. " (as Sajdah ayat; 7)
Kata "thin" (tanah) pada ayat ini, bermakna atom zat air atau hydrogenium.
Yang kedua, disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Allah menjadikan manusia dari tanah yang kering seperti tanah tembikar yang dibakar." (Ar Rahman ayat: 14)
Kata, "Sholshol" (tanah kering atau setengah kering) pada ayat di atas adalah zat pembakar atau oxygenium.
Juga yang ketiga, disebutkan dengan kata "Fakhkhar" adalah zat arang atau Carbonium,
Tingkatan keempat,
"Dan hendaklah engkau ketahui ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan manusia dari tanah hitam yang berbentuk." (al-Hijr ayat: 28)
Kata "Hamaa`in" (lumpur hitam) diartikan zat lemas atau Nitrogenium.
Lalu yang kelima
"Sesungguhnya Allah menjadikan mereka (manusia) dari tanah liat." (As Shaffat ayat: 11)
Kata "Laazib " (tanah liat) adalah tanah vang sudah sempurna, yang telah diaduk, terdiri dari kandungan zat besi (ferum) yodium, silicum dan Morgaan yang menjadi jaringan tubuh jasmani.
Yang keenam
"Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah (Ali Imran ayat: 59)
Kata "Turab" (tanah), adalah unsur-unsur atau zat asli yang terdapat di dalam tanah yang dinamakan "zat anorganis". Zat ini baru terjadi setelah berlangsung melakukan persenyawaan antara zat air yang disebut "thin", zat arang yang disebut "Fakhkhar"  dengan zat pembakar atau "Shalshal", zat lemas atau "Hamaa'in", kemudian bersenyawa dengan zat besi, yodium, kalium, Sillicium dan Morgaan yang  disebut "Laazib"
Dengan berlangsungnya proses tersebut maka terbentuklah suatu zat yang dinamakan "Protein". Inilah yang disebut "thuraab atau Zat anorganis".
Diantara zat-zat anargonis yang dipandang penting adalah zat kalium yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, utamanya pada otot.  Zat ini memiliki aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus atau roh.
Dengan berlangsungnya "proteinisasi" kemudian mengalami penggantian substansi, lalu lantaran elektron sinar kosmis yang menjelmakan pembentukkan atau formasi "ujud" dinamakan "causa-formalis". Oleh karena sinar kosmis dapat merubah sifat zat yang berasal dari tanah maka terbentuklah badan kasar jasmani berbentuk manusia (Adam), akan tetapi belum ada rohnya".
Tingkatan yang terakhir, roh ditiupkan:
"Maka tatkala Aku sempurnakan kejadian Adam lalu Aku tiupkan roh daripadaKu kepadanya." (Shad ayat: 27)
Pada ayat ini jelas diterangkan, setelah proses pembentukkan tubuh kasar berujud, maka menyusulah proses "menghidupkan" yakni pemberian "roh", Proses ini dinamakan "Vitalisasi".
Dengan keterangan tersebut menurut Al-Qur'an, terjadinya manusia Adam melalui proses tujuh tingkatan, sedang badan halus atau ruhani adalah kejadian terakhir.
Dalam Al-Qur'an disebutkan
"Dan sesungguhNya Allah menjadikan kamu secara bertingkat." (Surat Nuh ayat: 14).
Ilmu Pengetahuan eksak hanya memiliki kemampuan meneliti dan melakukan analisis dalam pembentukkan tubuh kasar, karenanya tubuh kasar tersusun dari materi yang dapat dilihat dan diraba pancaindra.
Memang pengaturan sistem peredaran jagat pengendalian makhluk hidup dan segala yang ada di alam semesta ini, hanya karena kebijakan Yang Maha Pencipta. Berlangsungnya kehidupan, lantaran adanya hayat. Hayat tak ubahnya hanya urusan dan kekuasaan Allah, sementara manusia memmahaminya sekedar sifat-sifat naluri, akal pikiran dan perasaan semata.  Sebagaimana firmanNya:
"Katakanlah Roh itu urusan TuhanKu dan kamu tidak diberi ilmu melainkan sedikit ." (Surat Al- Isra' ayat: 85)
Apalah artinya kepintaran manusia, dibanding kehebatan rahmat Allah. Malah Tuhan pun menantangnya, walau segala sumber air yang ada di muka bumi ini dijadikan tinta, dan segala pepohonan yang ada di jagat ini dijadikan pena buat menuliskan sebagian kecil dari rahmat Allah rasanya tak bakal cukup.  Allallu Akbar 3x

Peristiwa Bersejarah Tanggal 10 Muharam

Seperti yang saya janjikan dalam beberapa hari yang lalu, berikut ini ada peristiwa bersejarah sepanjang masa dan akan selalu diingat oleh umat islam tiap bulan Muharam.
Nanti juga akan ada penjelasan tentang keistimewaan puasa bulan Muharam atau puasa bulan Suro atau puasa bulan Asyura.

Bulan Muharam adalah bulan keberkahan dan rahmat, karena dari bulan inilah berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharam juga merupakan bulan yang penuh sejarah, dimana banyak peristiwa yang terjadi untuk menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya.

Pada bulan Muharam, Allah SWT juga telah memuliakan para Nabi dengan sepuluh kehormatan.
Setidaknya ada beberapa Nabi yang berhasil Uswah Islam himpun.

Peristiwa Bersejarah 10 Nabi pada 10 Muharam
1. Nabi Adam as.
Setelah beratus-ratus tahun lamanya Nabi Adam as meminta ampunan dan bertobat kepada Allah SWT, maka pada hari yang bersejarah yaitu tanggal 10 Muharam Allah SWT telah menerima taubat Nabi Adam as.

Inilah salah satu penghormatan kepada Nabi Adam as.
Ratusan tahun bertobat..
Begitu lama sekali Nabiyullah Adam as melakukan tobat ini.

2. Nabi Idris as.
Pada tanggal 10 Muharam, Nabi Idris as telah dibawa ke langit sebagai tanda bahwa Allah SWT telah menaikkan derajatnya beliau.

3. Nabi Nuh as.
Pada tanggal 10 Muharam, perahu Nabi Nuh as mulai berlabuh, karena banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga saja yang ikut.

Kita ini merupakan anak cucu dari 40 keluarga tersebut, dan ini merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh as karena 40 keluarga ini saja yang selamat dan dipilih oleh Allah SWT.
Selain 40 keluarga itu, mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada Nabi Nuh as.

4. Nabi Ibrahim as.
Pada tanggal 10 Muharam, Nabiyullah Ibrahim as diangkat sebagai kekasih Allah (khalilulah) dan juga hari dimana Nabi Ibrahim diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Raja Namrud.

Nabi Ibrahim as diberi penghormatan dengan cara Allah memerintahkan kepada api supaya menjadi dingin dan tidak membakar Nabi Ibrahim as, hingga selamatlah Nabi Ibrahim as dari kekejaman Namrud.
Sungguh sesuatu yang diluar nalar manusia, namun begitulah adanya, api dicipta oleh Allah SWT dan Allah sajalah yang mampu menundukkannya.

5. Nabi Daud as.
Pada tanggal 10 Muharam, Allah SWT menerima taubat Nabi Daud as.
Seperti riwayat yang telah ada bahwa Nabi Daud as ini sudah memiliki istri 99 orang, namun karena masih ingin memiliki istri lagi, maka istri orang hampir saja direbutnya.

Untung saja Nabi Daud as segera ditegur oleh Malaikat yang diutus oleh Allah SWT. Malaikat ini menyamar sebagai manusia bisa dan menyindir atas perbuatan Nabi Daud as.
Oleh karenanya, sadarlah Nabi Daud as atas perbuatannya dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Sebagai penghormatan kepada Nabi Daud as, maka Allah SWT mengampuni beliau pada tanggal 10 Muharam.

6. Nabi Isa as.
Pada tanggal 10 Muharam, Allah SWT mengangkat Nabi Isa as ke langit. Dan Allah SWT menukar Nabi Isa as dengan Yahuza.
Ini adalah suatu bentuk penghormatan kepada Nabi Isa as dari kekejaman kaum Bani Israil.

7. Nabi Musa as dengan tongkat yang menjadi ular besar.
Pada tanggal 10 Muharam, Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Musa dari kekejaman raja Fir'aun dengan mengaruniakan mukjizat.
Mukjizatnya adalah tongkat yang dapat menjadi ular besar yang memakan semua ular-ular para ahli sihir Fir'aun.

8. Nabi Musa as dengan tongkat Membelah Lautan.
Pada tanggal 10 Muharam, Nabi Musa as diberi mukjizat untuk membelah lautan untuk dilalui tentara Nabi Musa as dan pada tanggal itu pula Fir'aun ditenggelamkan di tengah lautan.
Mukjizat yang dikaruniakan Allah SWT kepada Nabi Musa as ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Musa as.

Nabi Musa as dengan Haman dan Qarun.
Pada tanggal 10 Muharam, doa Nabi Musa as untuk mengubur semua harta Qarun dikabulkan oleh Allah SWT.

9. Nabi Yunus as.
Pada tanggal 10 Muharam Nabi Yunus as telah dikeluarkan dari perut ikan Nun setelah berada dalam perut ikan selama 40 hari.
Allah SWT telah memberikan hukuman secara tidak langsung kepada Nabi Yunus as dengan cara ikan Nun menelannya.

Namun pada akhrinya Allah SWT menerima taubat beliau dan mengeluarkannya dari perut ikan itu.

10. Nabi Sulaiman as.
Pada tanggal 10 Muharam, Allah SWT telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman.
Tanggal itu merupakan suatu penghormatan kepada beliau. Akhirnya sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Sulaiman berpuasa dan beriibadah kepada Allah SWT.

Peristiwa Aneh Sebuah Jenazah

Peristiwa Aneh Sebuah Jenazah (Kisah Nyata)

Cerita ini saya dapatkan dari milis. Saya copas ke sini agar dapat menjadi hikmah bagi orang yang membacanya. Meskipun kisah ini sepintas tidak masuk akal, tetapi apapun yang diluar nalar bisa ditunjukkan Allah SWT kepada hamba-Nya agar manusia dapat mengambil pelajaran.
Mudah-mudahan kita selalu diingatkan oleh Allah tentang mati dan selalu ditunjukkan jalan yang lurus agar semua langkah hidup kita berada di jalan yang di-ridhoi-Nya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PERISTIWA ANEH SEBUAH JENAZAH .. (Kisah Nyata) …
Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput.
Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini:
Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan ‘istimewa’ sepanjang hidup. Inilah pertama saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah.
Sebagai Modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah Bapaknya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.
Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekedar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum.
Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut perutnya untuk kali terakhir.
Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.
Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada Bapaknya,kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka,”Inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.
Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah Bapak mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.
Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah Bapak mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu. Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sulit diterima akal pikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.
Saya bawa mayat ke dalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan, ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki.
Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf dikala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan. Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan kepada hamba-Mu ini.”
Selepas itu saya beri taklimat tentang sholat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah/mobil ambulance. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena kereta yang ada sedang digunakan pula.
Suatu hal yang saya pikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai: “Mas, saya tidak perbolehkan mobil kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya.” Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yg punya van itu membawa kembali vannya.
Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta ijin saya dalam 10-15 menit membersihkan mobilnya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu,muncul mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup. Mobil yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.
Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, saat jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.
Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam peti dengan hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat safa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.
Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter. Artinya kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.
Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.
Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.
1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, shodaqoh atau infaq ?
Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya. Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yg beristrikan orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi istrinya orang Jepang.
Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan atau isapan jempol. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pencipta jagad raya ini.


3 Peristiwa Besar Dalam Dakwah ISLAM

Penulis: Prof. DR. Ahmad Syauqi Ibrahim
Penerbit: at Tibyan
Perjalanan dakwah islam tidaklah mudah dan lancar, sejak Muhammad bin Abdullah diangkat menjadi seorang Rasul hingga datangnya hari Kiamat kelak. Penindasan, Penyiksaan serta penganiayaan yang pernah dialami oleh Rasulullah dan para Shahabtnya, menjadi pelajaran paling berharga tentang keteguhan dan kesabaran beliau dalam mempertahankan Islam dan berjihad di jalan Allah hingga Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin.
Banyak peristiwa besar dan agung yang menyertai perjalanan dakwah Rasulullah, namun ada 3 peristiwa yang paling besar. Dalam buku ini akan anda temukan kisah-kisah 3 peristiwa besar tersebut, diantaranya:
 1. Kondisi umat manusia dan kehidupan Nabi Muhammad sebelum turunnya wahyu Allah yang       pertama hingga kondisi setelah diturunkannya al-Qur'an.
2. Perjalanan Rasulullah dan Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha dan Allah angkat beliau hingga di Sidratil Muntaha yang Allah abadikan di dalam al-Qur'an yang agung.
3. Gangguan dan intimidasi yang dilakukan oleh musuh-musuh islam hingga memaksa Rasulullah dan para shahabatnya keluar dari Makkah menuju Madinah.

Tiga peristiwa besar dalam dakwah islam ini merupakan rambu-rambu di atas jalan dakwah kepada Allah dan jihad di jalanNya. Rasulullah adalah teladan, pengajar dan saksi atas peingatan umatnya. Beliau adalah pembawa berita gembira dan pemberi peringatan bagi mereka. Beliau telah merasakan berbagai macam kekerassan dan penderitaan dalam rangka menyebarkan dakwah Islam dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi.

;;

By :
Free Blog Templates